Tol Dalam Kota Jakarta

Tol Dalam Kota Jakarta

Kelok Sembilan

Kelok Sembilan

cadas pangeran

cadas pangeran

tol cipularang

tol cipularang

Selasa, 06 Mei 2014

Pusbin SDI Luncurkan ‘Sistem Informasi Sumber Daya Investasi (SISDI)’

Dalam rangka meningkatkan efisiensi pengelolaan rantai pasok material dan peralatan konstruksi guna memenuhi berbagai kebutuhan investasi infrastruktur yang cenderung terus meningkat, diperlukan dukungan sistem informasi yang komprehensif dan dapat dipercaya.  Untuk itu, Pusat Pembinaan Sumber Daya Investasi (Pusbin SDI), Badan Pembinaan Konstruksi, Kementerian PU meluncurkan ‘SISDI (Sistem Infomasi Sumber Daya Investasi)’ pada acara Public Works Day dalam ‘Pameran Conbuild Mining Indonesia 2012 dan Renewable Indonesia 2012’ tanggal 4 Mei 2012 lalu.

Menurut Kepala Pusat Pembinaan Sumber Daya Investasi BP Konstruksi Kementerian PU-Ir. Mochammad Natsir, M.Sc, SISDI merupakan suatu media yang dapat mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi dimana mendekatkan permintaan (demand) dan pasokan (supply), baik dalam bentuk badan usaha, material, peralatan, tenaga kerja maupun sumber daya investasi lainnya. Adapun maksud dan tujuan SISDI, adalah sebagai informasi dasar bagi investor dan penyedia jasa yang akan mengembangkan bisnisnya, informasi bagi para pelaku industri material dan peralatan konstruksi untuk merencanakan strategi bisnisnya, informasi bagi Kementerian Teknis dalam pembinaan penyelenggaraan infrastruktur, serta menjaring masukan dari masyarakat konstruksi dalam rangka pengembangan industri jasa konstruksi nasional. 

Dalam laman Sistem Informasi Sumber Daya Informasi atau SISDI memuat informasi tentang: pasar dan potensi pasar konstruksi domestik yang dibiayai oleh APBN, APBD, BUMN, BUMD dan Swasta, maupun pasar dan potensi pasar konstruksi mancanegara yang potensial untuk diakses oleh penyedia jasa di Indonesia, serta informasi sumber daya material dan peralatan konstruksi yang terdiri atas: peta lokasi ketersediaan peralatan per provinsi, peta quarry sumber daya material, peta AMP per provinsi, peta realisasi distribusi pengadaan semen per provinsi, peta kapasitas produksi semen nasional tahun 2010–2015, peta industri baja nasional, peta aspal minyak PT Pertamina (Persero), peta deposit lokasi aspal Buton, dan estimasi kebutuhan material dan peralatan konstruksi. Dengan tersedianya informasi pada SISDI ini, diharapkan penyedia jasa konstruksi di Indonesia dapat bekerja lebih efisien sehingga akan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

“Kami berharap, agar data atau informasi yang terkandung dalam SISDI ini dapat terus menerus dilengkapi, diperluas dan di-up date, sehingga benar–benar dapat dirujuk oleh Pembina Sektor dalam perumusan kebijakan, serta oleh pelaku usaha dan industri dalam penyiapan rencana usaha dan produksi,” tandas Moch. Natsir, sembari menambahkan, bahwa pengembangan SISDI tidak mungkin akan terwujud tanpa kerjasama yang baik di antara pemangku kepentingan.

 Dengan berhasil diluncurkannya SISDI ini, Kepala Pusbin SDI juga mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan atas kerjasamanya selama ini, dan disertai harapan agar dapat meningkatkan dan memperluas kerjasama di masa mendatang. “Sebagai sistem yang baru dibangun, SISDI masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan dan menghargai setiap masukan konstruktif untuk menyempurnakan SISDI,” demikian Moch. Natsir. ydsP

0 komentar:

Posting Komentar